Featured Post

Recommended

Memahami Segitiga Exposure Kamera (Aperture, ISO, dan Shutter Speed)

Sebetulnya sih ini hal yang paling dan sering banget jadi pembahasan dan ditemuin kalau udah ngomongin soal penggunaan kamera. Ya, apalagi k...

Memahami Komposisi Rule of Thirds dalam Fotografi

Memahami Komposisi Rule of Thirds dalam Fotografi

Memahami Komposisi Rule of Thirds dalam Fotografi

Yeay, balik lagi sama Dgrafis.com. Kali ini kita akan belajar dasar fotografi bagian komposisi, sesuai judulnya kali ini kita bakalan belajar memahami apa itu Rule of  Thirds.

Di dalam fotografi khususnya komposisi ini tuh salah satu dari beberapa cara menempatkan objek atau subjek dalam sebuah bingkai (frame) foto yang cukup penting untuk diketahui buat kamu yang lagi belajar motret.

Kalo ngomongin komposisi fotografi itu ada banyak sih, tapi disini kita bakalan belajar yang paling dasar dulu biar ga pusing gitu kan.

Mengenal RAW File Pada Kamera (Kelebihan dan Kekurangannya)

Mengenal RAW File Pada Kamera (Kelebihan dan Kekurangannya)

Mengenal RAW File Pada Kamera (Kelebihan dan Kekurangannya)

Setelah sebelumnya kita telah memahami segitiga exposure pada kamera kali ini Dgrafis.com akan sharing informasi mengenai RAW file di dalam sebuah kamera.


Saat pertama kali menggunakan kamera DSLR / Mirrorless keluaran terbaru saat ini tentu kamu dibuat bertanya-tanya pada saat mengatur output Image Quality terdapat pilihan antara RAW atau JPG kan ?

Memahami Segitiga Exposure Kamera (Aperture, ISO, dan Shutter Speed)

Memahami Segitiga Exposure Kamera (Aperture, ISO, dan Shutter Speed)

Memahami Segitiga Exposure Kamera (Aperture, ISO, dan Shutter Speed)
Sebetulnya sih ini hal yang paling dan sering banget jadi pembahasan dan ditemuin kalau udah ngomongin soal penggunaan kamera. Ya, apalagi kalo bukan si Segitiga Exposure.

Atau sebutan lainnya The Exposure Triangle yaitu aspek pencahayaan pada kamera yang di dalamnya terdapat tiga komponen penting yang saling berkaitan satu sama lain terhadap gambar yang akan dihasilkan. 

Ketiga komponen ini meliputi Aperture, ISO, dan Shutter Speed yang merupakan dasar dalam penggunaan kamera.

Sebelumnya disini Dgrafis.com akan memberikan pengertian dan menuliskan berdasarkan pemahaman dan pengalaman sendiri, jika ada yang kurang tepat Dgrafis.com dengan senang hati menerima koreksi.


1. Aperture




Sedikit gambaran, kamera hampir sama dengan cara kerja mata manusia yakni dapat bekerja / melihat dengan adanya sinar cahaya. Untuk mengatur cahaya yang masuk ke mata maka ada yang namanya Pupil sebagai pengatur berapa banyak cahaya yang masuk ke dalam mata.

Begitu juga dengan kamera, aperture inilah yang mengontrol sedikit banyaknya cahaya yang masuk melewati lensa untuk kemudian ditransfer ke dalam sensor kamera sebelum akhirnya diproses menjadi sebuah gambar.

Nah, aperture atau disebut juga diafragma ini dinyatakan dalam satuan huruf f/nomor, misalnya f/1.8, f/2.8, f/4, f/4.5, f/5 dan seterusnya.

Uniknya, jika kamera disetting dengan f/nomor yang besar maka bukaan atau cahaya yang masuk justru akan semakin sedikit karna bukaan yang sempit atau kecil. Sebaliknya semakin kecil f/nomornya maka bukaannya semakin lebar dan cahaya yang masuk akan semakin banyak.

Misalnya, perbandingan antara f/1.8 memiliki bukaan yang lebih besar dibandingkan f/4.5, begitu pun dengan bukaan f/22 lebih kecil lagi dibandingkan dengan f/4.5

Selain itu, pengaturan aperture dengan bukaan terbesar (f/nomor kecil) akan membuat subjek atau object menjadi terlihat lebih terpisah sehingga background akan menjadi blur / bokeh akibat ketajaman ruang yang sempit.


Pengaruh Gambar yang dihasilkan Aperture :

  • Intensitas banyak atau sedikitnya cahaya yang masuk, sehingga foto / video terlihat gelap atau terang
  • Lebar atau sempitnya ketajaman ruang (DOF) sehingga subject / object bisa diatur agar terlihat lebih fokus dan background terlihat blur / bokeh.

Tips Menerapkan Aperture :

  • Jika ingin mendapatkan hasil gambar yang bokeh gunakan aperture di bukaan terbesar atau f-number terkecil pada lensa kamera, misalnya f/1.4 atau f/1.8 (tergantung dari lensa yang digunakan) 
  • Jika menggunakan bukaan terbesar pada siang hari yang mana suplai cahaya matahari sangat banyak sesuaikan shutter speed dan iso agar tidak over exposure, atau pindahkan mode kamera ke Aperture Priority agar exposure yang lain menyesuaikan secara otomatis.

Contoh foto dengan bukaan aperture besar f/1.8 - Pixabay ID 6335159

Foto subjek wanita (85.0mm · ƒ1.8 · 1/640s · ISO 320)

2. ISO


Indikator atau tanda nilai ISO pada kamera sony a6400 - dgrafis.com


Sederhananya ISO adalah tingkat sensitivitas sensor kamera untuk mendapatkan cahaya, semakin besar nilai ISO maka sensor kamera akan semakin peka dan lebih banyak mendapatkan cahaya.

ISO diatur berdasarkan satuan angka, misalnya ISO 200, 400, 800, 1600, 3200, 6400, dan seterusnya. Dalam pengaturan ISO pada kamera kita harus menyesuaikannya dengan seminimal mungkin menggunakan angka yang besar.

Kenapa ? Alasannya tentu untuk mengurangi noise, gambar yang dihasilkan dengan ISO yang tinggi biasanya akan muncul bintik-bintik penganggu yang mengurangi kualitas foto yang dihasilkan.


Pengaruh Gambar yang dihasilkan ISO :

  • Meningkatkan sensitivitas sensor kamera terhadap cahaya, sehingga bisa membuat hasil gambar menjadi lebih terang / cerah saat kondisi kurang cahaya (low light)
  • Noise bintik-bintik penganggu detail foto

Tips Menerapkan ISO :

  • Pastikan gunakan ISO diangka yang serendah mungkin atau tidak terlalu tinggi jika kamera yang digunakan belum terdapat noise reduction, dan untuk membantu mengakalinya kamu bisa mengatur serta menyesuaikan shutter speed & aperturenya.  
  • Gunakan ISO diangka yang besar / tinggi jika dalam keadaan kurang pencahayaan misalnya malam hari, seharusnya untuk kamera baru sekarang sudah terdapat noise reduction jadi gambar yang dihasilkan akan minim noise.


Foto dengan bintik noise (n/a)


3. Shutter Speed


Bagian shutter pada kamera


Dalam pengertian Bahasa Indonesia dan dunia fotografi Shutter Speed adalah kecepatan rana pada kamera yang mengatur cepat lambatnya shutter terbuka dalam jangka waktu tertentu sehingga mempengaruhi jumlah cahaya yang masuk ke dalam sensor kamera itu sendiri.

Semakin lambat kecepatannya maka rana akan terbuka lebih lama dan cahaya yang ditangkap akan semakin banyak, sebaliknya semakin cepat atau tinggi shutter speed maka rana terbuka sangat singkat dan cahaya yang ditangkap pun semakin sedikit.

Shutter Speed ditandai dalam satuan detik, misalnya 1/30, 1/60, 1/125, 1/150, 1/200, 1/250 dan seterusnya. Sebagai contoh jika Shutter Speed pada kamera diatur menjadi 1/60 artinya shutter sensor terbuka selama 16 milidetik atau 0.016 detik untuk menangkap cahaya.


Pengaruh Gambar yang dihasilkan Shutter Speed :

  • Semakin lambat Shutter Speed cahaya yang didapatkan akan semakin banyak, gambar yang dihasikan akan terlihat lebih terang walau dalam keadaan minim cahaya, dan sebaliknya.
  • Jika menggunakan shutter speed yang sangat lambat gambar yang dihasilkan akan menjadi blur, jika sangat cepat akan menimbulkan efek beku (freeze) untuk subjek / objek yang bergerak.

Tips Menerapkan Shutter Speed :

  • Sesuaikan shutter speed dengan gambar dan kondisi seperti apa yang ingin diabadikan, contohnya untuk memfoto Milky Way pada malam hari gunakan shutter speed paling lambat yang bisa dipilih misalnya 30’’ detik atau Bulb (B) dan wajib menggunakan tripod untuk menghindari guncangan kamera sehingga hasilnya tidak blur
  • Untuk memfoto subjek / objek dengan hasil yang tajam tanpa blur atur shutter speed 2x lebih besar dari panjang lensa, misalnya lensa kamera kamu 100mm maka atur shutter speed 1/200 (bukan patokan pasti, kembali lagi ke kondisi dilapangan dan penyesuaian 3 elemen exposure yang dibutuhkan).

Foto Light Trail oleh Michael Kauer - Pixabay

Foto Light Trail (58.0mm · ƒ11.0 · 6s · ISO 100)

Dengan memahami ketiga elemen exposure kamera yang telah dijelaskan diatas diharapkan bisa menjadi dasar dan acuan yang bisa diterapkan pada kamera untuk mengasilkan gambar atau foto yang baik dan tentunya jauh lebih menarik. 

Nah, itulah pembahasan mengenai Memahami Segitiga Exposure Kamera (Aperture, ISO, dan Shutter Speed) yang dapat Dgrafis.com publish kali ini, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi yang baru memulai belajar menggunakan kamera baik untuk memfoto maupun membuat video.
Cara Buat Lower Third Seperti di TV Menggunakan Premiere Pro

Cara Buat Lower Third Seperti di TV Menggunakan Premiere Pro

Lower third source : envato.com

Baiklah, dikesempatan kali ini Dgrafis.com akan memberikan tutorial dasar dalam editing menggunakan Adobe Premiere Pro yaitu membuat Lower Third. Buat kamu yang belum tau apa itu Lower Third nih kita kasih tau.

Lower Third itu semacam informasi teks atau grafis yang ditempatkan diarea bawah sebuah layar video, mungkin kalo kalian sering nonton berita di tv sering tuh muncul Lower Third yang berisi judul, nama orang, atau keterangan lainnya itu disebutnya Lower Third guys.

Contoh Lower Third kayak punyanya CNN :
Cara Membuat UI Design Menjadi Mockup Otomatis di Figma

Cara Membuat UI Design Menjadi Mockup Otomatis di Figma

Cara Membuat UI Design Menjadi Mockup Otomatis di Figma

UI Design merupakan salah satu bagian dari seni grafis yang membuat sebuah tampilan dari aplikasi mobile, website, smart tv, dan semacamnya. Biasanya seorang UI Designer untuk mempresentasikan desain tampilan sebuah aplikasi kedalam bentuk Mockup.


Dengan menampilkannya dalam bentuk Mockup membuat desain User Interface kamu terlihat lebih realistic dan seperti aslinya ketika sudah menjadi aplikasi yang siap digunakan oleh user.


Dikesempatan kali ini Dgrafis.com akan memberikan sedikit tips dan trik bagaimana caranya membuat Mockup UI tanpa ribet dan tanpa harus mengeditnya di Photoshop menggunakan namun langsung membuatnya di Figma.


Lebih tepatnya yang akan kita manfaatkan disini adalah fitur Plugin dari Figma, sebelumnya bagi kamu yang belum tau Figma sedikit informasinya; Figma merupakan software aplikasi yang dipakai untuk membuat UI Design.


Jika kamu tertarik belajar membuat UI Design di Figma tunggu artikel selanjutnya yang membahas tutorial tersebut ya...


Lanjut, untuk kamu yang sudah menggunakan Figma dan punya desain UI yang akan digunakan sebagai Portfolio ikuti langkah-langkah dibawah ini agar tampilan desain yang kamu buat lebih menarik untuk dipresentasikan.



1. Install Plugin Mockuuups Studio di Figma

Pertama silakan kamu install Plugin bernama Mockuuups Studio di menu Community > Plugin, ketik aja dipencarian nama plugin yang udah disebutin tadi

Membuat mock up menggunakan plugin Mockuuups Studio di Figma
(Klik untuk memperbesar)


2. Buka file Design

Kemudian buka file desain yang sebelumnya sudah kamu buat pilih Plugin > Mockuuups Studio

Membuat mock up menggunakan plugin Mockuuups Studio di Figma


Akan muncul tampilan seperti ini, kemudian pilih Frame UI Design yang ingin dimasukan ke dalam template mockup

Membuat mock up menggunakan plugin Mockuuups Studio di Figma

3. Pilih Jenis Mockup

Dan kamu akan disuguhkan dengan pilihan jenis Mockup yang menarik seperti berikut (kamu bisa memilih lebih banyak jenis Mockup jika meng-upgrade ke Premium)

Membuat mock up menggunakan plugin Mockuuups Studio di Figma

4. Save Hasil Mockup

Kemudian pilih Export > Export as File untuk menyimpan Mockup dalam format file JPG 

Save as Mockup


Selesai, sekarang membuat Mockup untuk tampilan desain UI menjadi sangat mudah dan cepat berkat Plugin ini.

Tertarik lebih lanjut belajar UI Design di Figma ? Nantikan tutorialnya di Dgrafis.com!

Segini dulu untuk tutorial singkatnya, semoga bisa bermanfaat bagi kamu yang baru tau yaa.
4 Hal Dasar Dalam Menggunakan Photoshop Bagi Pemula

4 Hal Dasar Dalam Menggunakan Photoshop Bagi Pemula

Untuk belajar desain grafis dan mengedit foto menggunakan Photoshop khususnya bagi pemula yang sangat penting untuk dipelajari tentunya yang berkaitan dengan dasar-dasar penggunaan software Photoshop itu sendiri.


Seorang yang mahir dalam menggunakan software desain grafis tentunya berawal dari ketidaktahuannya tentang bagaimana cara menggunakannya dan timbul rasa ingin tahu yang tinggi sampai ia bertekad untuk mempelajarinya. 


Dalam mempelajari teknik dasar ini memberikan pemahaman kamu nantinya agar bisa menggunakan tools yang disediakan sesuai dengan kebutuhan secara efektik dengan teknik-teknik yang bisa kamu buat sendiri.


Ketika diawal-awal belajar desain grafis atau editing foto, jangan berfikir dulu untuk membuat manipulasi foto yang keren dan menakjubkan tapi mulailah sesuatu dengan mempelajari dasarnya agar kamu mengerti dengan baik bagaimana cara kerja serta penggunaanya.


Disini Dgrafis.com tidak akan menjabarkan secara rinci dari A-Z karna tentunya dalam penggunaan dan fungsi Photoshop ini sangat banyak sekali, jadi hanya sebatas garis besar serta pengenalan dasarnya saja.



1. Ketahui User Interface (Tampilan)


Yang pertama tentunya ini sangat wajib kamu ketahui, saat membuka software Photoshop tentu kamu melihat tampilan yang mungkin cukup membingungkan karna baru pertama kali membukanya. Tampilan ini biasanya disebut Workspace atau Ruang Kerja.


Di dalam ruang kerja ini merupakan tempat dimana kamu mengedit sebuah gambar atau foto, untuk lebih jelasnya berikut adalah tampilan user interface dari Workspace Photoshop.



Bagi sebagian orang yang pertama kali ingin belajar Photoshop dan tidak ada basic sama sekali sebelumnya dengan software multimedia seperti editing foto melihat tampilannya tentu kebingungan karna lumayan banyak menu yang ditampilkan.


Berikut ini adalah dasar tampilan dari antarmuka Photoshop yang harus diketahui secara garis besarnya :


1. Workspace

Merupakan area kerja atau kanvas tempat dimana kamu akan membuat, meletekan, dan menyusun objek grafis tertentu atau bahasa Indonesianya bisa juga disebut sebagai Kanvas.


2. Menu Bar

Sesuai namanya Menu Bar adalah sekumpulan menu utama yang terletak disisi atas, di menu bar ini kamu dapat menemukan File, Edit, Image, Layer, Type, Select, dan lain-lain.


3. Tools Box

Tools Box adalah sekumpulan alat/fitur utama yang terdapat pada Photoshop, disini kamu bisa memilih dari setiap tools yang tersedia sesuai kegunaanya masing-masing. Contohnya adalah Move Tool yang berada paling atas bisa kamu gunakan untuk memindahkan objek, Marquee Tool untuk menyeleksi objek (kotak, lingkaran), Crop Tool untuk memotong gambar, Type Tool untuk membuat teks, dan lain sebagainya.


4. Option Bar

Option Bar digunakan untuk untuk mengatur pilihan lebih lanjut sesuai dengan Tool yang sedang aktif/digunakan, misalnya kamu sedang menggunakan Type tool maka di option bar kamu bisa mengatur properties jenis font yang digunakan, ukuran font, pengaturan paragraf, dan lain-lain.


5. Panel

Panel merupakan bagian yang didalamnya menampilkan beberapa pilihan seperti Properties, Color Pallete, Layers, Channel, dan lain sebagainya. 



2. Ketahui Fungsi & Kegunaan Tool


Setelah mengetahui bagian-bagian area kerja, sekarang saatnya mencari tahu apasih kegunaan dari setiap Tools yang disediakan pada Tools Box.


(Klik untuk memperbesar)

Setidaknya ada beberapa Tools utama yang ada pada Photoshop, berikut Dgrafis.com sebutkan setiap fungsinya secara garis besarnya (untuk tutorial penggunaannya akan dishare dipostingan yang berbeda secara berkala).

1. Move Tool
Digunakan untuk memindahkan objek

2. Rectangular Marquee Tool
Menyeleksi objek dalam bentuk kotak, lingkaran, garis

3. Lasso Tool
Menyeleksi secara bebas, poligonal, dan magnetic selection

4. Magic Wand Tool
Menyeleksi berdasarkan objek warna yang sama, selain itu juga terdapat quick selection dan object selection tool

5. Crop Tool
Digunakan untuk memotong objek

6. Frame Tool
Digunakan untuk membuat frame berbentuk kotak untuk memasukan objek gambar/foto

7. Eyedropper Tool
Digunakan untuk mengambil sample sebuah warna

8. Spot Healing Brush Tool
Digunakan untuk menghilangkan / menghapus objek di dalam sebuah foto

9. Brush Tool
Digunakan untuk membuat / menggambar stroke

10. Clone Stamp Tool
Digunakan menduplikat sebuah objek tertentu yang sama

11. History Brush Tool
Digunakan untuk mengembalikan objek yang sebelumnya terhapus 

12. Eraser Tool
Digunakan untuk menghapus objek / background

13. Gradient Tool
Digunakan untuk membuat warna gradasi

14. Smudge Tool
Digunakan untuk menggosok atau mencoreng objek foto

15. Dodge Tool
Digunakan untuk membuat area objek foto tertentu menjadi terlihat lebih cerah / terang

16. Pen Tool
Digunakan untuk membuat path atau shape, biasanya dipakai untuk membuat seleksi atau objek gambar (shape)

17. Type Tool
Digunakan untuk membuat Teks

18. Path Selection Tool
Digunakan untuk memilih seluruh path sebuah objek

19. Rectangle Tool
Digunakan untuk membuat objek gambar/shape berbentuk kotak persegi

20. Hand Tool
Digunakan untuk menggeser-geser bagian yang terlihat pada foto

21. Zoom Tool
Digunakan untuk zoom in dan zoom out 

22. Edit Toolbar
Digunakan untuk menyesuaikan atau mengubah posisi toolbar

23. Foreground & Background Color
Digunakan untuk mengatur warna foreground & background


Diatas hanya fitur utama yang secara umum paling sering digunakan untuk mengedit sebuah gambar, di setiap tool tentunya memiliki sub-tool yang berbeda-beda namun fungsinya sama saja. Untuk menguasai tool-tool diatas kamu bisa memulainya dengan mempraktekannya langsung.

Untuk tutorial dasar-dasar menggunakan tool photoshop ini akan Dgrafis.com buatkan bagian khusus pada artikel selanjutnya. Jadi tunggu postingannya ya!


3. Ketahui Shortcut Untuk Mempercepat Kerjamu


Shortcut merupakan kombinasi tombol tertentu pada keyboard yang digunakan untuk mempercepat sebuah fungsi atau perintah saat menggunakan Photoshop. Maka dari itu hal dasar yang cukup penting kamu ketahui dalam menggunakan Photoshop adalah Shortcutnya.

Untuk mengetahui kumpulan shortcut Photoshop kamu bisa melihatnya di menu Edit > Keyboard Shortcut kamu juga bisa menyesuaikannya dengan kombinasi tomnbol yang bisa diatur sesuai keinginan.


4. Ketahui Aturan Menyimpan File Yang Tepat


Setelah selesai mengedit sebuah gambar saatnya menyimpan hasil kerjamu, untuk menyimpan file ini tentunya ada aturan yang harus kamu ketahui, apa saja ?

Pertama, untuk menyimpan file di Photoshop agar bisa diedit kembali kamu harus menyimpannya dalam format dokumen default Photoshop yakni PSD atau EPS. Dengan demikian jika suatu saat nanti masih diperlukan pengeditan kamu masih bisa merubahnya.

Kedua, untuk menyimpan file yang nantinya akan diupload ke sosial media kamu bisa memilih format JPEG atau PNG. Format ini merupakan format akhir yang sudah jadi atau finishing dari gambar yang kamu edit. 

Ketiga, jika kamu berniat untuk mencetak gambar editan kamu seperti spanduk, banner, dan lain-lain pastikan kamu menyimpan (Save as) file tersebut ke format PDF karna file berformat PDF karna memiliki keunggulan yang fleksibel dan tidak merubah output sebuah gambar yang kamu edit.


Penutup

Nah dengan mengetahui 4 Hal Dasar Dalam Menggunakan Photoshop diatas khususnya untuk kamu yang baru belajar semoga bisa dengan mudah memulai belajar photoshop otodidak dan tidak bingung harus memulainya dari mana.

Untuk mahir menggunakan photoshop dengan mempelajarinya sendiri memang tidak mudah, perlu ketekunan dan usaha yang serius terutama dalam hal praktek.

Kamu bisa melihat referensi atau hasil karya orang lain kemudian menerapkan metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi).

Demikian, Semoga bermanfaat.
4 Platform Buat Desain Grafis Terbaik Tanpa Install Software

4 Platform Buat Desain Grafis Terbaik Tanpa Install Software

4 Platform Buat Desain Grafis Terbaik Tanpa Install Software

Mau belajar desain grafis tapi terkendala spesifikasi laptop / komputer yang kurang mendukung untuk mendesain grafis ? atau kamu ingin membuat desain banner, template sosial media, edit foto dan keperluan editing gambar lainnya tanpa install aplikasi atau software ?


Emang bisa gitu jadi desainer grafis tanpa install aplikasi desain di pc ? Bisa banget kok! Sekarang banyak platform-platform yang bisa kamu pake buat mendesain grafis online. Contohnya akan Dgrafis.com bagikan disini.


Salah satu keuntungan yang bisa kita dapatkan jika menggunakan layanan editor desain grafis online ini adalah bisa mengaksesnya dimanapun jika suatu saat membutuhkan file yang dibutuhkan secara mendadak. Dan yang paling penting adalah platform ini gratis :)

Baiklah, berikut ini adalah daftar platform desain grafis online terbaik versi Dgrafis.com yang bisa dijadikan alternatif aplikasi desain gratis :

1. Canva

Platform Buat Desain Grafis Terbaik : Canva

Nah yang pertama ada Canva nih, mungkin udah banyak banget yang tau dan menggunakan layanan desain grafis online ini mulai dari seorang desainer, pembuat konten media sosial, internet marketing, dll. Disini kamu bisa buat dan ngedit gambar kayak banner iklan, flyer, cover, kartu nama, poster, dan masih banyak lagi.

Keuntungan menggunakan Canva selain gratis juga sangat mudah digunakan, kamu ngga perlu punya keahlian khusus dalam desain grafis karna sudah ada template yang siap kamu edit dan sesuaikan saja dengan keinginan kamu. Jadi cocok banget buat belajar desain grafis untuk pemula. Canva bisa kamu buka di alamat : https://www.canva.com


2. Snappa

Platform Buat Desain Grafis Terbaik : Snappa

Snappa di posisi ke-2 untuk platform desain online yang bisa kamu pilih, sama seperti Canva disini kamu bisa membuat konten gambar untuk media sosial seperti Postingan untuk Facebook, Instagram, Ads, Cover, Infografik yang sudah siap untuk kamu edit.

Untuk memulai menggunakannya kamu hanya perlu mendaftar dan memulai eksplorasi karya desain kamu untuk kemudian digunakan atau diposting ke sosial media. Snappa bisa kamu akses di alamat : https://snappa.com/app


3. Adobe Spark

Platform Buat Desain Grafis Terbaik : Adobe Spark

Selanjutnya ada Adobe Spark yang dari namanya aja kita udah pasti tau kalau aplikasi desain online berbasis web ini milik Adobe System. Sebenarnya ngga cuman web-based aja sih, aplikasi ini juga tersedia untuk mobile (Android & iOS) maupun desktop.

Disini kamu bisa membuat desain untuk keperluan sosial media dengan berbagai macam template yang sudah disediakan tanpa perlu ribet-ribet merancangnya dari awal. Memang untuk versi akun trial / gratis template yang bisa digunakan terbatas, ya namun sudah cukup lah untuk membuat konten personal kamu.

Namun jika untuk keperluan bisnis kamu bisa mempertimbangkan untuk upgrade ke layanan akun premium dengan membayar biaya berlangganan setiap bulannya. Adobe Spark bisa kamu akses di alamat : https://spark.adobe.com/


4. PicsArt

Platform Buat Desain Grafis Terbaik : PicsArt

Selain terkenal dengan aplikasi edit foto versi mobilenya PicsArt juga bisa digunakan melalui browser atau online editor desain. Template yang disediakan juga terbilang sangat lengkap dan sangat menarik, kamu bisa menemukan banyak template desain sosial media dengan berbagai macam format.

Kamu juga bisa mengedit foto seperti menambahkan text, menghapus background, menghapus objek, dan menggunakan fitur video editor seperti memotong video, mengecilkan ukuran video, membuat slideshow dan banyak fitur-fitur lainnya yang bisa kamu manfaatkan. Untuk mencobanya kamu bisa membuka PicsArt di alamat : https://picsart.com/

Nah, mungkin itu dulu ya postingan mengenai aplikasi desain grafis online ini. Sebenarnya masih ada banyak platform lainnya yang keren-keren, namun kalau kebanyakan juga nanti kamu bingung kan mau pake yang mana ?! 

Mungkin nanti deh Dgrafis.com bagikan kembali dipostingan part ke-2 nya ya, sekarang kamu pake dan cobain satu per satu platrom diatas mana yang menurutmu paling cocok.

Semoga bermanfaat :)