Featured Post

Recommended

Memahami Segitiga Exposure Kamera (Aperture, ISO, dan Shutter Speed)

Sebetulnya sih ini hal yang paling dan sering banget jadi pembahasan dan ditemuin kalau udah ngomongin soal penggunaan kamera. Ya, apalagi k...

Cara Menjadikan Shutter Sebagai Tombol Rekam di Kamera Sony A6400

Cara Menjadikan Shutter Sebagai Tombol Rekam di Kamera Sony A6400

Cara Menjadikan Shutter Sebagai Tombol Rekam di Kamera Sony A6400

A6400 adalah sebuah kamera Mirrorless yang dikeluarkan oleh Sony pada awal tahun 2019, kamera ini terbilang masih cukup muda pada pertengahan tahun 2021 ini.

Kamera dengan autofocus hybrid dengan 425 titik fase serta pendeteksi wajah dan mata yang sangat cepat ini memiliki sensor APS-C 24,2 megapiksel dengan mesin pemproses gambar Exmor CMOS BionZ X.

Dibekali layar LCD yang dapat di flip keatas menghadap ke wajah (selfie) menurut Dgrafis sangat cocok untuk yang gemar membuat vlog memegang kamera sendiri maupun jenis vlog lain yang membutuhkan kamera ringkas.

Itu hanya sedikit dari spesifikasi Sony A6400 ini, mungkin akan Dgrafis bahas di artikel khusus yang membahas ulasannya nanti ya.

Berbicara mengenai  membuat video di kamera Sony A6400 berdasarkan pengalaman Dgrafis sebagai pengguna ILCE-6400 ini ada sedikit yang kurang saat ingin memulai melakukan proses merekam, yakni kecilnya Movie Button atau tombol rekam pada kamera Sony A6400.

Tombol merekam video di kamera sony a6400


Entah ini menjadi masalah atau tidak bagi pengguna lain yang menggunakan A6400, tapi yang jelas Dgrafis merasakan kurang begitu nyaman saat menekan tombol yang kecil dan posisinya juga kurang "strategis".



Cara Menjadikan Shutter Sebagai Tombol Rekam Video di Kamera Sony A6400

Meski demikian, sebagai pengguna yang memiliki kebebasan untuk mengatur cara kerja kamera yang kita miliki, tentu Sony selaku produsen sudah sangat Profesional dalam membangun sistem "algoritma" kamera untuk beroperasi.

Movie w/ shutter


Di kamera A6400 atau dikamera Mirroless Sony Alpha lainnya kita dapat menjadikan tombol Shutter sebagai tombol untuk mulai merekam dan menghentikan rekaman.

Cara setting :

Masuk ke Menu > Camera 2 > Movie w/ shutter

1. Menu > Camera 2 > Movie w/ shutter

Kemudian ubah Movie w/shutter dari Off menjadi On untuk mengaktifkan fitur Shutter menjadi tombol rekam

2. ubah dari Off menjadi On


Movie w/shutter sudah dalam keadaan on


Dan selesai, sekarang tombol Shutter kamera Sony A6400 sudah bisa digunakan untuk tombol mulai merekam video.

Dengan Movie w/ shutter ini tentu memudahkan kita untuk melakukan perekaman karna tombol Shutter jauh lebih besar  dan mudah untuk ditekan.

Semoga bermanfaat.

10 Fungsi Mode Dial Pada Kamera DSLR / Mirrorless

10 Fungsi Mode Dial Pada Kamera DSLR / Mirrorless

Fungsi Mode Dial Pada Kamera DSLR / Mirrorless


Pada kamera DSLR atau Mirrorless pasti ada sebuah tombol yang dapat diputar dengan tanda huruf atau pun simbol yang biasanya ada pada badan kamera.

Seperti huruf A, M, S, P atau pun simbol lainnya, tombol ini disebut Mode Dial atau Tombol Mode bagaimana kamera digital akan beroperasi.

Sebenarnya apasih arti singkatan A atau P serta fungsi dari beberapa huruf lainnya dan simbol yang ada pada tombol mode tersebut.

Disini Dgrafis akan sedikit mengulas dan menjelaskannya secara singkat mengenai apa itu mode dial beserta fungsinya berikut ini.


Pengertian Mode Dial


Mode dial atau tombol mode adalah tombol yang digunakan untuk menentukan mode pada kamera sesuai dengan pengaturan bawaan yang sudah tersetting, atau bisa dibilang tombol preset bagaimana kamera akan beroperasi.

Mode dial biasanya ada pada kamera digital seperti DSLR atau Mirrorless dengan beberapa tanda berupa huruf maupun simbol yang bermacam-macam sesuai dengan pabrikan atau vendor kamera yang memproduksinya.


Beberapa Mode Dial Pada Kamera DSLR / Mirrorless


Ada beberapa macam mode yang biasanya melekat pada kamera dan umum ditemukan saat ini, diantaranya :


1. Auto (Automatic)

Mode Automatic biasanya ditandai dengan tulisan auto atau simbol kamera berwarna hijau, jika mode dial kamera berada pada pilihan ini artinya kamera akan mengatur dirinya sendiri secara otomatis untuk menangkap gambar yang baik menurut perhitungan kamera.

Terutama pada segitiga exposure kamera maka Aperture, Shutterspeed, dan ISO akan diatur secara otomatis dan kita hanya tinggal "mengeker" kemudian "tembak" (menekan tombol shutter).


2. A atau Av (Aperture Priority)

A atau Av (Aperture value) sesuai namanya jika kita memutar tombol dan memilih mode dial ini maka akan mengatur kamera untuk memprioritaskan Aperture secara manual sesuai yang kita inginkan, dan untuk pengaturan lainnya akan menyesuaikan secara otomatis.

Pemilihan mode dial A (Aperture Priority) biasanya dilakukan jika kita ingin mengatur dan membuat Dept of Field sempit atau lebar, misal kita ingin DoF yang sempit dengan tujuan agar background foto menjadi blur / bokeh tanpa memungsingkan pengaturan Shutter Speed dan ISO maka cukup atur Aperture nya saja ke bukaan terbesar (nilai f terkecil).


3. S atau Tv (Shutter Priority)

Kemudian ada S atau Tv (Time value) yang memungkinkan kita hanya untuk mensetting dan memilih Shutter Speed yang diinginkan sedangkan exposure yang lainnya (Aperture dan ISO) akan menyesuaikan.

Pilihan mode ini bisa kita pilih disaat akan memotret yang memprioritaskan cepat atau tambat waktu jendela shutter terbuka, biasanya dipakai pada teknik foto Low Exposure, Long Exposure, dan Fast Exposure.


4. M (Manual)

Sesuai penamaannya, mode ini akan memberikan kita kebebasan untuk mengatur secara keseluruhan mulai dari Aperture, Shutter Speed, ISO, dan White Balance secara manual sesuai dengan keinginan kita sendiri.

Mode manual biasanya dipakai bagi seseorang yang memang sudah benar-benar memahami teknik dasar dalam menggunakan dan mengkombinasikan ketiga bagian exposure kamera atau yang disebut Segitia Exposure Kamera.


5. P (Program)


Selanjutnya ada mode P (Program) yang memungkinkan kamera untuk mengatur nilai Aperture dan Shutter Speed secara otomatis namun jika dibutuhkan kamu juga dapat mengubah dan menyesuaikan nilainya sendiri.

Selain itu, pada mode ini kamu bisa mengatur nilai ISO secara manual dan tetap bisa mengatur exposure Aperture dan Shutter Speed dengan memutar tombol yang ada pada kamera untuk menyesuaikan nilai yang kamu inginkan sesuai yang ditentukan oleh Program Shift yang sudah diatur setiap kamera.

Setiap kamera memiliki Program Shift yang bisa saja berbeda-beda, jadi silakan kamu coba-coba sendiri untuk melihat hasilnya ya.


6. SCN (Scene)

Scn atau mode Scene ini digunakan untuk memfoto berdasarkan preset yang ada pada kamera untuk menyesuaikan jenis subjek / objek dalam kondisi tertentu, misalnya kita ingin memotret pemandangan maka kita bisa memilih mode scene Landscape agar kamera mengatur exposure yang paling cocok dengan foto pemandangan tersebut.

Atau contoh lainnya, jika kamu ingin memfoto seseorang maka pilihan yang tepat adalah Portrait yang dipakai untuk memotret manusia dengan settingan yang memang cocok untuk foto manusia.

Preset pada mode Scene ini ada beberapa, diantaranya yang umum :

  • Portrait, untuk mefoto orang / manusia
  • Landscape, untuk memfoto pemandangan
  • Sports, untuk memfoto subjek / objek yang bergerak cepat yang biasanya ada dalam kegiatan olahraga
  • Macro, untuk memfoto objek kecil secara dekat
  • Night, untuk memfoto malam hari
  • Sunset / Sunrise, untuk memfoto saat matahari terbenam atau terbit
  • Fireworks, untuk memfoto kembang api


7. Movie (Simbol video)


Mode ini bisa digunakan jika kamu hendak merekam atau membuat sebuah video dengan kamera DSLR / Mirrorless yang biasanya disimbolkan dengan gambar bingkai / frame seperti video.


8. S&Q (Slow and Quick Motion)

Khusnya pada kamera Mirrorless Sony mode S&Q ini digunakan jika kita ingin membuat sebuah video yang lambat (slow motion) maupun sangat cepat (quick motion).


9. Sweep Panorama


Sesuai namanya, mode Panorama dipakai untuk mengambil sebuah gambar atau foto dengan teknik penggabungan foto agar bisa mencakup pemandangan yang luas. Mode ini biasanya disimbolkan dengan frame yang lebar seperti Panorama.


10. MR (Memory Recall)


Mode MR biasanya ada pada kamera Mirrorless Sony seperti A6400, jadi mode ini digunakan untuk memilih settingan yang biasa kita pakai dengan menyimpan settingan tersebut ke dalam kartu memori.

Sewaktu-waktu kita memerlukan settingan tersebut tinggal putar mode dial ke MR maka kamera akan memuat Exposure (Aperture, Shutter Speed, ISO) dan pengaturan lainnya sesuai dengan pengaturan yang sudah kita kustomisasi sebelumnya.


Nah, semoga dengan penjelasan mode dial serta fungsinya diatas bisa lebih menambah wawasan bagi kamu yang sedang belajar menggunakan kamera untuk fotografi maupun videografi ya.

Kamu juga dapat membaca artikel Dgrafis lainnya seperti Memahami Segitiga Exposure Kamera (Aperture, ISO, dan Shutter Speed)Mengenal White Balance Pada Kamera (Fungsi dan Jenisnya), atau Mengenal Histogram Dalam Fotografi dan Cara Membacanya untuk menambah kemampuan dasar dalam fotografi / videografi.

Semoga bermanfaat.

Mengenal Komposisi Framing Dalam Fotografi Beserta Contohnya

Mengenal Komposisi Framing Dalam Fotografi Beserta Contohnya

Jaredd Craig via Unsplash

Dalam teknik pengambilan gambar pada fotografi kita tentu mengetahui ada sebuah komposisi dasar yang bermacam-macam, salah satunya komposisi Framing.

Sebenarnya apasih yang dimaksud komposisi framing dalam fotografi itu ?


Disini Dgrafis akan sedikit mengulas tentang komposisi framing pada fotografi beserta contoh foto, maksud dan tujuan yang ingin ditonjolkan.


Apa itu Komposisi Framing ?

Framing adalah salah satu komposisi dasar fotografi dengan menempatkan subjek / objek utama atau yang biasa disebut Point of Interest (POI) ke dalam sebuah elemen-elemen yang ada disekitar subjek / objek yang membentuk seperti bingkai (frame).

Elemen ini antara lain bisa benda seperti bangunan, terowongan, jendela, pintu, pepohonan, dan lain sebagainya.

Contoh komposisi Framing pada fotografi, lokasi : Parung Bogor

Komposisi Framing


Contoh Teknik Framing


Berikut ini adalah contoh pengambilan gambar dengan komposisi framing pada fotografi  :



 
Contoh foto komposisi framing - 1

Image by Nicolo Mandelli via Unsplash

Contoh foto komposisi framing - 2

Image by Sinitta Leunen via Unsplash

Contoh foto komposisi framing - 3

Image by Jeffrey Grospe via Unsplash


Dari beberapa foto framing diatas tidak berarti elemen atau benda disekitar membentuk sebuah persegi empat atau persegi tiga sebagaimana bentuk bingkai ya, jadi sifatnya bisa dibilang "Imajiner".


Maksud dan Tujuan Framing


Setiap komposisi fotografi tentu memiliki maksud dan tujuan, pada komposisi framing ini tujuan dan maksudnya adalah untuk memberikan dan mengarahkan fokus mata kita tertuju ke subjek / objek utama pada sebuah bingkai yang menjadi pembatas.

Selain menambah nilai estetika sebuah foto, dengan komposisi framing sebagai fotografer kita juga bisa lebih menonjolkan subjek / objek dengan menutupi objek-objek lain yang ada disekitar.

Maka dari itu, untuk menerapkan komposisi ini kita harus jeli dalam melihat keadaan sekitar dan terutama benda-benda yang ada untuk menciptakan foto framing yang menarik.

3 Cara Dasar Supaya Background Foto Jadi Bokeh

3 Cara Dasar Supaya Background Foto Jadi Bokeh

3 Cara Dasar Supaya Background Foto Jadi Bokeh

Teruntuk kamu yang sedang belajar motret yuk belajar gimana caranya biar hasil gambar atau foto kamu jadi bokeh supaya terlihat tambah menarik.

Pasti sering kan liat hasil foto yang subjek / objek nya fokus tapi backgroundnya itu ngeblur-ngeblur gitu, nah itu sering juga disebutnya bokeh.

Untuk mendapatkan hasil foto yang seperti itu gampang banget kok cara dan tekniknya, berikut ini Dgrafis.com jelaskan secara sederhana dan singkat bagaimana menghasilkan background foto yang bokeh.

 

1. Pake Aperture Terbesar

Settingan kamera untuk mendapatkan hasil foto berlatar belakang bokeh kunci pertama ada pada bukaan lensa atau Aperture, jika belum tau apa itu Aperture silakan lihat artikel tentang Segitiga Exposure yang sebelumnya sudah Dgrafis publish.

Gunakan atau setting bukaan lensa ke nilai yang paling kecil misal f/1.8, f/2.8, dan seterusnya, ingat bukaan terbesar berarti nilai f-nomor yang paling kecil yang ada pada lensa kamera kamu.


2. Mainkan Focal Length

Focal length lensa ini gampangnya panjang pendek atau luas sempitnya ruang yang tertangkap dikamera yang ditandai dalam satuan mm (milimeter).

Pasti sering dong liat lensa yang ada tulisan 35mm, 50mm, 70mm dan semacamnya gitu, nah itu Focal Length lensa namanya.

Buat ngehasilin foto yang bokeh selain ngatur aperture ke bukaan terbesar, kamu juga bisa nih pake teknik focal length dengan zoom in (panjangin FL nya).

Tapi wajib pake lensa yang bisa ngezoom in atau jenis Zoom Lens yang bisa diubah-ubah rentang fokuanya ya, lensa zoom ini biasanya ada tanda tulisan 18-108mm yang artinya lensa bisa diatur panjang pendek FL nya dari 18 sampai 108mm.

Jadi misal, kamu udah atur aperturenya ke yang paling besar yang ada di kamera itu maksimal f4, nah buat ngakalin supaya backgroundnya tambah bokeh ya tinggal dimainin FL nya dipanjangin (zoom in) ke subjek / objek sampe backgroundnya keliatan bokeh.


3. Pemilihan Lensa Fix atau Tele

Nah ini bisa jadi cara atau solusi alternatif biar hasil foto kamu tambah bokeh se bokeh bokehnya. Masih ada kaitannya dengan teknik nomor 1 dan 2 sebelumnya, terkait focal length dan aperture.

Untuk dapat menghasilkan foto yang bokeh kita bisa menggunakan lensa fix yang memiliki focal length cukup panjang dan bukaan yang lebih besar tentunya.

Misalnya lensa fix dengan FL 55mm dan bukaan F/1.8 bisa menghasilkan foto yang benar-benar bokeh.

Selain itu juga, untuk yang suka memotret jarak jauh bisa menggunakan Lensa Tele yang punya focal length lebih panjang dari lensa fix/prime.

Misal, 50-150mm, 70-300mm, 100-300mm, dan seterusnya.

Biasanya dipakai buat foto dari jarak jauh dengan mengedepankan objek / subjek yang difoto tetap terlihat dekat dan sempit sehingga bakalan auto bokeh deh.

Biasanya sih dipake buat foto dokumentasi kegiatan olahraga (sepakbola), candid, atau human interest juga sangat cocok.

Nah, itu dia beberapa cara yang bisa dilakukan buat hasil foto kamu makin bokeh. Jangan lupa dipraktekin ya biar tau sendiri hasilnya.

Semoga bermanfaat.

Cara Merawat Kamera Mirrorless Yang Baik dan Benar

Cara Merawat Kamera Mirrorless Yang Baik dan Benar

Cara Merawat Kamera Mirrorless Yang Baik dan Benar

Kamera mirrorless merupakan barang atau alat elektronik yang perlu dan wajib banget buat disayang dan dirawat sebaik-baiknya. Bisa make masa ngga bisa ngerawat kan kurang ajar hahaha.

Selain itu, harga kamera juga kan terbilang mahal jadi meluangkan waktu sebentar untuk merawat kamera dengan membersihkannya sudah menjadi kewajiban yang perlu kamu lakukan supaya kamera tetap terjaga kebersihan dan performanya.

Yang paling penting sih, ya supaya bisa tetap awet!

Cara merawat kamera mirrorless sebenarnya sama saja dengan kamera DSLR, ga jauh dari bagaimana merawat dan membersihkan lensa biar ga jamuran, membersihkam kamera dari debu yang nempel, merawat body kamera, dll.

Berikut ini Dgrafis.com bagikan tips untuk merawat kamera berdasarkan pengalaman supaya kamera kamu tetap awet dan ga bulukan pastinya. Aowkwkwk

Alat-alat yang Dibutuhkan untuk Membersihkan Kamera Mirrorless / DSLR


Yang pertama perlu disiapin tentu seperangkat (cleaning set) alat untuk membersihkan kamera itu sendiri, berikut ini alat-alatnya :

Cleaning kit untuk membersihkan kamera mirrorless atau DSLR

Cleaning set Kamera

1. Kain Microfiber

Kain microfiber ini memiliki serat yang halus sehingga aman untuk mengelap / membersihkan lensa maupun layar LCD kamera.

2. Blower Mini

Blower mini berfungsi untuk meniup debu yang menempel pada sela-sela kamera yang tidak dapat dibersihkan oleh kuas / lenspen.
 
3. Kuas / Lenspen

Untuk membersihkan debu pada body atau bagian luar kamera lainnya.

4. Cairan Pembersih

Cairan khusus untuk membersihan lensa dan LCD kamera dari kotoran yang menempel.


Untuk alat-alat diatas bisa dibeli di marketplace kesayangan masing-masing ya.

Langkah-langkah Membersihkan Kamera

Setelah menyiapkan peralatan diatas, langsung deh bersihin kamera kamu dengan penuh kasih sayang dan lemah lembut dimulai dari :

1. Bersihkan Kaca Lensa

Untuk membersihkan kaca lensa gunakan kain microfiber yang telah disemprotkan dengan cairan pembersih atau cleaning liquid, elap dan elus pelan-pelan kayak ngelus tangan doi hingga terlihat kinclong ya.

Ohya, ga dianjurkan dan kalo bisa jangan menyemprotkan langsung cairan pembersih ke lensa ya.

2. Bersihkan Body Kamera

Lanjut ke body kamera, untuk bagian ini bisa pake blower atau kuas tinggal disemprot-semprot aja dan disapu pake kuas sampe debu yang menempel hilang.

3. Bersihkan Sensor Kamera

Untuk membersihkan sensor kamera mirrorless biasanya ada fitur pada kamera atau Cleaning Mode gunakanlah fitur ini (silakan akses dan cari pada menu sesuai kamera kamu).

Kemudian dilanjutkan dengan membersihkan manual menggunakan blower pada bagian dalam sekitar sensor kamera, kalau mau tambah bersih pake alat khusus pembersih sensor yang namanya Swab (bukan Swab corona ya).

4. Bersihkan LCD Kamera


Terakhir bersihkan juga LCD kamera dari kotoran debu atau bekas sidik jari pake lap microfiber yang disemprotkan cairan pembersih sama kayak lensa.

Dan selesai deh, kamera kamu harusnya ga bakalan bulukan dan terjaga kebersihannya.

Tips Simpan Kamera Mirrorless / DSLR


Tambahan, untuk cara penyimpanan kamera ga boleh sembarangan ya bisa pake dan disarankan menggunakan dry box lengkap dengan silica gel di dalamnya.

Fungsi dry box dan silica ini agar menjaga kamera tetap pada kelembaban yang baik agar lensa kamu ga kena jamur kalo seandainya disimpan selama berbulan-bulan bahkan sampai tahunan.

Mungkin segini dulu pembahasan mengenai Cara Merawat Kamera Mirrorless nya, semoga kamera kamu bisa jadi tetap awet ya.
Memahami Komposisi Rule of Thirds dalam Fotografi

Memahami Komposisi Rule of Thirds dalam Fotografi

Memahami Komposisi Rule of Thirds dalam Fotografi

Yeay, balik lagi sama Dgrafis.com. Kali ini kita akan belajar dasar fotografi bagian komposisi, sesuai judulnya kali ini kita bakalan belajar memahami apa itu Rule of  Thirds.

Di dalam fotografi khususnya komposisi ini tuh salah satu dari beberapa cara menempatkan objek atau subjek dalam sebuah bingkai (frame) foto yang cukup penting untuk diketahui buat kamu yang lagi belajar motret.

Kalo ngomongin komposisi fotografi itu ada banyak sih, tapi disini kita bakalan belajar yang paling dasar dulu biar ga pusing gitu kan.