Mengenal RAW File Pada Kamera (Kelebihan dan Kekurangannya)

Mengenal RAW File Pada Kamera (Kelebihan dan Kekurangannya)

Mengenal RAW File Pada Kamera (Kelebihan dan Kekurangannya)

Setelah sebelumnya kita telah memahami segitiga exposure pada kamera kali ini Dgrafis.com akan sharing informasi mengenai RAW file di dalam sebuah kamera.


Saat pertama kali menggunakan kamera DSLR / Mirrorless keluaran terbaru saat ini tentu kamu dibuat bertanya-tanya pada saat mengatur output Image Quality terdapat pilihan antara RAW atau JPG kan ?



Kemudian mencoba-coba menggunakan format RAW lalu jepret sana jepret sini, tapi setelah dipindahkan ke laptop atau hp "lho kok ga bisa diliat? jangan2 rusak nih file nya".


(Setidaknya itulah gambaran yang saya alami dulu ketika pertama kali coba coba menggunakan format RAW hahaha)


Contoh format file RAW yang tidak bisa dibuka


Diatas adalah contoh format RAW yang tidak dapat dibuka atau dilihat di Microsoft Photos karna memerlukan codecs khusus untuk memprosesnya.

Pengertian RAW dalam Fotografi

Sebenarnya apasih yang dimaksud dengan file RAW ?

Istilah RAW ini sebenarnya bukan singkatan ataupun format sebuah file foto maupun video (.raw) melainkan istilah dalam bahasa inggris yang sesuai dengan artinya yaitu Mentah.

Data gambar yang masih mentah ini akan diproses seminimal mungkin oleh sensor kamera digital untuk menjaga data yang ada pada gambar tersebut tidak terkompresi dan tetap sebagaimana aslinya, jadi tidak ada modifikasi yang menyebabkan kualitasnya berkurang. CMIWW!

Nah, untuk ekstensi formatnya sendiri ini bermacam-macam tergantung dari vendor kameranya, jadi bukan artinya .raw itu ekstensi format file mentah untuk semua kamera ya.

Contoh format RAW kalau di kamera mirrorless Sony sih biasanya .ARW, Canon punya .CR2 atau .CR3, dan Nikon punya .NEF.


Perbedaan Gambar RAW vs JPEG

Terus apa dong bedanya dengan gambar berformat RAW vs JPEG ?

Banyak sih, tapi sederhananya perbedaan antara RAW vs JPEG ini tuh balik lagi ke pengertian RAW itu sendiri kalau RAW ini gambar yang masih mentah tanpa melalui proses kompresi yang dilakukan processor kamera sedangkan JPEG ini sudah melewati proses pengompresan terlebih dahulu sampai akhirnya disimpan dalam format JPEG.

Itu kenapa gambar format JPEG ini bisa langsung dilihat pada multi device kayak laptop, tablet, atau hp tanpa memerlukan RAW viewer khusus.

RAW juga menyimpan data tone warna yang jauh lebih banyak ketimbang JPEG, itu alasannya kenapa fotografer profesional diluar sana menyarankan menggunakan RAW saat memotret karna bisa di "utak atik" jadi lebih fleksibel untuk mendapatkan hasil gambar yang ciamik.

Selain itu juga, RAW vs JPEG ini memiliki perbedaan pada segi ukuran file nya, biasanya gambar format JPEG memiliki ukuran 6 - 10 Mb sedangkan RAW bisa 20 - 40 Mb jauh lebih besar dari JPEG.



Kelebihan Menggunakan RAW File


Dengan menggunakan gambar berkualitas RAW ada beberapa kelebihan serta keuntungan yang didapatkan antara lain :


1. Fleksibilitas dalam Berkreativitas

Seperti yang sudah disebutkan diatas, RAW memiliki data lebih banyak untuk diolah lebih lanjut, hal ini memungkinkan fotografer sepuasnya mengutak ngatik gambar seperti apa yang ingin dihasilkan.

Layaknya bahan makanan kamu bisa menentukan mau dimasak seperti apa, dibuat bagaimana, dan dengan tingkatan rasa seperti apa.


2. Mempunyai Informasi Warna Lebih Banyak

Gambar yang diambil dengan RAW memiliki informasi atau data warna dan gradasi jauh lebih banyak, jadi pada saat penyesuaian dengan software editing bisa didapatkan warna yang jauh lebih baik dan gradasi warnanya akan lebih halus. 


3. Kemudahan Mengkoreksi White Balance

Menggunakan RAW juga bisa membantu pada saat koreksi gambar jika terdapat kesalahan pada saat pemotretan, misalnya pengaturan white balance yang terlalu dingin (kebiruan) atau terlalu hangat (kekuningan).

Dengan RAW masalah tersebut sangat mudah diselesaikan dengan hasil yang bahkan bisa jauh lebih menarik.


4. Mempunyai File Layaknya "Negative Film"

Jika foto zaman dulu dihasilkan dari klise foto / negatif film mungkin RAW bisa diartikan sebagai klise foto dalam bentuk digital yang lebih modern saat ini. Dengan mempunyai file RAW suatu saat jika diperlukan kita dapat "mencetak" kembali dengan hasil yang diinginkan.

Tentunya dengan mengolahnya terlebih dahulu menggunakan software editing foto agar hasilnya dapat dilihat dan dinikmati anak-cucu suatu saat nanti. Hahaha 


Kekurangan Menggunakan RAW File


Selain kelebihannya, tentu ada kekurangan jika memilih memotret menggunakan RAW yaitu :

1. Ukuran File Cukup Besar

Mungkin ini sesuai dengan yang didapatkan ya, dengan data yang jauh lebih banyak dan kualitas terbaik file gambar dengan format RAW tentu juga akan lumayan lebih besar. Jadi pastikan gunakan kartu memori dengan kepasitas yang juga besar minimal 64 GB.

2. Pemrosesan Gambar Jadi Lebih Lama


Saat mengambil gambar menggunakan format RAW tentu pemrosesan penyimpanan dari sensor menuju kartu memori menjadi sedikit lebih lama karna penulisan data yang lebih besar dibandingkan format JPEG. Jenis kecepatan memory yang digunakan juga akan mempengaruhi proses ini.

3. Membutuhkan Software Khusus

Seperti yang sudah Dgrafis.com disinggung diatas, untuk dapat melihat gambar berformat RAW dibutuhkan software viewer / editing gambar khusus. Jadi sebelum dikirim ke perangkat lain atau diupload ke sosmed sebelumnya sudah dalam kondisi diedit atau diconvert ke JPG ya.

4. Perlu Effort Untuk Mengolahnya

Namanya bahan yang mentah, tentu butuh usaha yang harus dilakukan agar foto yang dihasilkan terlihat lebih menarik dan pastinya sesuai selera fotografer itu sendiri. Jadi, kemampuan retouching foto wajib dimiliki.

Nah, sampai disini semoga jadi paham apa itu file RAW dalam istilah fotografi ya. Sebelum memutuskan menggunakan kualitas atau format ini pastikan sudah mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya ya.

Mungkin segini dulu pembahasan mengenai Mengenal RAW File Pada Kamera (Kelebihan dan Kekurangannya) kali ini, tunggu update selanjutnya yang akan Dgrafis.com posting dilain waktu.

Semoga bermanfaat.