10 Fungsi Mode Dial Pada Kamera DSLR / Mirrorless

10 Fungsi Mode Dial Pada Kamera DSLR / Mirrorless

Fungsi Mode Dial Pada Kamera DSLR / Mirrorless


Pada kamera DSLR atau Mirrorless pasti ada sebuah tombol yang dapat diputar dengan tanda huruf atau pun simbol yang biasanya ada pada badan kamera.

Seperti huruf A, M, S, P atau pun simbol lainnya, tombol ini disebut Mode Dial atau Tombol Mode bagaimana kamera digital akan beroperasi.

Sebenarnya apasih arti singkatan A atau P serta fungsi dari beberapa huruf lainnya dan simbol yang ada pada tombol mode tersebut.

Disini Dgrafis akan sedikit mengulas dan menjelaskannya secara singkat mengenai apa itu mode dial beserta fungsinya berikut ini.


Pengertian Mode Dial


Mode dial atau tombol mode adalah tombol yang digunakan untuk menentukan mode pada kamera sesuai dengan pengaturan bawaan yang sudah tersetting, atau bisa dibilang tombol preset bagaimana kamera akan beroperasi.

Mode dial biasanya ada pada kamera digital seperti DSLR atau Mirrorless dengan beberapa tanda berupa huruf maupun simbol yang bermacam-macam sesuai dengan pabrikan atau vendor kamera yang memproduksinya.


Beberapa Mode Dial Pada Kamera DSLR / Mirrorless


Ada beberapa macam mode yang biasanya melekat pada kamera dan umum ditemukan saat ini, diantaranya :


1. Auto (Automatic)

Mode Automatic biasanya ditandai dengan tulisan auto atau simbol kamera berwarna hijau, jika mode dial kamera berada pada pilihan ini artinya kamera akan mengatur dirinya sendiri secara otomatis untuk menangkap gambar yang baik menurut perhitungan kamera.

Terutama pada segitiga exposure kamera maka Aperture, Shutterspeed, dan ISO akan diatur secara otomatis dan kita hanya tinggal "mengeker" kemudian "tembak" (menekan tombol shutter).


2. A atau Av (Aperture Priority)

A atau Av (Aperture value) sesuai namanya jika kita memutar tombol dan memilih mode dial ini maka akan mengatur kamera untuk memprioritaskan Aperture secara manual sesuai yang kita inginkan, dan untuk pengaturan lainnya akan menyesuaikan secara otomatis.

Pemilihan mode dial A (Aperture Priority) biasanya dilakukan jika kita ingin mengatur dan membuat Dept of Field sempit atau lebar, misal kita ingin DoF yang sempit dengan tujuan agar background foto menjadi blur / bokeh tanpa memungsingkan pengaturan Shutter Speed dan ISO maka cukup atur Aperture nya saja ke bukaan terbesar (nilai f terkecil).


3. S atau Tv (Shutter Priority)

Kemudian ada S atau Tv (Time value) yang memungkinkan kita hanya untuk mensetting dan memilih Shutter Speed yang diinginkan sedangkan exposure yang lainnya (Aperture dan ISO) akan menyesuaikan.

Pilihan mode ini bisa kita pilih disaat akan memotret yang memprioritaskan cepat atau tambat waktu jendela shutter terbuka, biasanya dipakai pada teknik foto Low Exposure, Long Exposure, dan Fast Exposure.


4. M (Manual)

Sesuai penamaannya, mode ini akan memberikan kita kebebasan untuk mengatur secara keseluruhan mulai dari Aperture, Shutter Speed, ISO, dan White Balance secara manual sesuai dengan keinginan kita sendiri.

Mode manual biasanya dipakai bagi seseorang yang memang sudah benar-benar memahami teknik dasar dalam menggunakan dan mengkombinasikan ketiga bagian exposure kamera atau yang disebut Segitia Exposure Kamera.


5. P (Program)


Selanjutnya ada mode P (Program) yang memungkinkan kamera untuk mengatur nilai Aperture dan Shutter Speed secara otomatis namun jika dibutuhkan kamu juga dapat mengubah dan menyesuaikan nilainya sendiri.

Selain itu, pada mode ini kamu bisa mengatur nilai ISO secara manual dan tetap bisa mengatur exposure Aperture dan Shutter Speed dengan memutar tombol yang ada pada kamera untuk menyesuaikan nilai yang kamu inginkan sesuai yang ditentukan oleh Program Shift yang sudah diatur setiap kamera.

Setiap kamera memiliki Program Shift yang bisa saja berbeda-beda, jadi silakan kamu coba-coba sendiri untuk melihat hasilnya ya.


6. SCN (Scene)

Scn atau mode Scene ini digunakan untuk memfoto berdasarkan preset yang ada pada kamera untuk menyesuaikan jenis subjek / objek dalam kondisi tertentu, misalnya kita ingin memotret pemandangan maka kita bisa memilih mode scene Landscape agar kamera mengatur exposure yang paling cocok dengan foto pemandangan tersebut.

Atau contoh lainnya, jika kamu ingin memfoto seseorang maka pilihan yang tepat adalah Portrait yang dipakai untuk memotret manusia dengan settingan yang memang cocok untuk foto manusia.

Preset pada mode Scene ini ada beberapa, diantaranya yang umum :

  • Portrait, untuk mefoto orang / manusia
  • Landscape, untuk memfoto pemandangan
  • Sports, untuk memfoto subjek / objek yang bergerak cepat yang biasanya ada dalam kegiatan olahraga
  • Macro, untuk memfoto objek kecil secara dekat
  • Night, untuk memfoto malam hari
  • Sunset / Sunrise, untuk memfoto saat matahari terbenam atau terbit
  • Fireworks, untuk memfoto kembang api


7. Movie (Simbol video)


Mode ini bisa digunakan jika kamu hendak merekam atau membuat sebuah video dengan kamera DSLR / Mirrorless yang biasanya disimbolkan dengan gambar bingkai / frame seperti video.


8. S&Q (Slow and Quick Motion)

Khusnya pada kamera Mirrorless Sony mode S&Q ini digunakan jika kita ingin membuat sebuah video yang lambat (slow motion) maupun sangat cepat (quick motion).


9. Sweep Panorama


Sesuai namanya, mode Panorama dipakai untuk mengambil sebuah gambar atau foto dengan teknik penggabungan foto agar bisa mencakup pemandangan yang luas. Mode ini biasanya disimbolkan dengan frame yang lebar seperti Panorama.


10. MR (Memory Recall)


Mode MR biasanya ada pada kamera Mirrorless Sony seperti A6400, jadi mode ini digunakan untuk memilih settingan yang biasa kita pakai dengan menyimpan settingan tersebut ke dalam kartu memori.

Sewaktu-waktu kita memerlukan settingan tersebut tinggal putar mode dial ke MR maka kamera akan memuat Exposure (Aperture, Shutter Speed, ISO) dan pengaturan lainnya sesuai dengan pengaturan yang sudah kita kustomisasi sebelumnya.


Nah, semoga dengan penjelasan mode dial serta fungsinya diatas bisa lebih menambah wawasan bagi kamu yang sedang belajar menggunakan kamera untuk fotografi maupun videografi ya.

Kamu juga dapat membaca artikel Dgrafis lainnya seperti Memahami Segitiga Exposure Kamera (Aperture, ISO, dan Shutter Speed)Mengenal White Balance Pada Kamera (Fungsi dan Jenisnya), atau Mengenal Histogram Dalam Fotografi dan Cara Membacanya untuk menambah kemampuan dasar dalam fotografi / videografi.

Semoga bermanfaat.